Minggu, 11 Oktober 2015

Inilah Arti Suatu Pembelajaran

Bismillahirrahmanirrahiim

Image result for adam dan hawa di surga 

Ketika Allah mengeluarkan nabi Adam dari surga dan menurunkannya ke bumi, banyak pendapat mengatakan bahwa itu adalah hukuman yang ditetapkan Allah atas perbuatan nabi Adam yang telah melanggar larangan untuk memakan “buah terlarang” yang ada di surga. Sebelum kita menarik kesimpulan akan makna peristiwa tersebut, ada baiknya kita telaah latar belakang dan tujuan yang disampaikan Allah melalui Al Quran.

Nabi Adam AS adalah manusia pertama yang diciptakan oleh Allah. Sebelum Allah menciptakan Adam, Allah telah menyampaikan rencananya di dalam Al Quran, surat Al Baqarah (2:30):
“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”.

Dari dialog antara Allah dan para malaikat yang disampaikan melalui ayat di atas, ada beberapa poin yang bisa kita pelajari mengenai fitrah (sifat dasar) manusia, yaitu:
1. Manusia adalah makhluk yang cenderung ingkar pada ketentuan Allah (membuat kerusakan)
2. Manusia adalah makhluk yang cenderung untuk saling bermusuhan (menumpahkan darah)
Tetapi di ayat ini pula Allah membantah, bahwa malaikat tidak memiliki pengetahuan dibalik kehendak Allah tersebut. Artinya, terdapat potensi yang Allah berikan kepada manusia sebagai salah satu makhluk ciptaan-Nya yang tidak atau belum diketahui oleh para malaikat.


Selanjutnya, di surat Al Baqarah pada ayat 31-33, Allah membuktikan ucapannya dengan memberikan pertanyaan kepada para malaikat, sebagai berikut:
Al Baqarah (2:31). “Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: “Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar!”

Al Baqarah (2:32). “Mereka menjawab: “Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”

Al Baqarah (2:33). “Allah berfirman: “Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini”. Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu, Allah berfirman: “Bukankah sudah Ku katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan?”

Dari ketiga ayat di atas, Allah memberikan petunjuk kepada para malaikat, bahwa Nabi Adam memiliki ilmu dan pengetahuan yang tidak diberikan kepada para malaikat. Dan Allah menegaskan sekali lagi bahwa, hanya Allah yang Maha Mengetahui segala rahasia di langit dan bumi.
Kemudian Allah menciptakan Hawa sebagai istri dari nabi Adam dan menetapkan aturan yang harus dipatuhi sebagai penghuni surga.

Al Baqarah (2:35). “Dan Kami berfirman: “Hai Adam diamilah oleh kamu dan istrimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang lalim.”
Setan (dari bangsa Jin) mengetahui kelemahan manusia dan menggoda Adam dan Hawa untuk melanggar ketentuan tersebut. Pelanggaran tersebut menyebabkan Adam dan Hawa diturunkan ke bumi.

Al Baqarah (2:36). “Lalu keduanya digelincirkan oleh setan dari surga itu dan dikeluarkan dari keadaan semula dan Kami berfirman: “Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan”.

Al Baqarah (2:37). Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima tobatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.

Al Baqarah (2:38). Kami berfirman: “Turunlah kamu semua dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka mereka bersedih hati”.

Sesuai dengan rencana yang Allah sampaikan melalui surat Al Baqarah di ayat 30 yang dikutip di atas, bahwa manusia adalah wakil Allah di muka bumi. Peristiwa larangan dan pelanggaran nabi Adam dan istrinya Hawa terhadap aturan Allah di surga adalah bagian dari proses pembelajaran yang diberikan Allah untuk mempersiapkan mereka agar dapat menjalankan tugasnya di bumi.

Kita sebagai manusia yang beriman kepada Allah dapat mengambil hikmah dan pelajaran dari kejadian tersebut dimana latar belakang mengapa manusia diciptakan Allah adalah semata-mata untuk mewujudkan rencana-Nya di muka bumi. Melalui perintah untuk melaksanakan shalat, Allah mengingatkan manusia, bahwa mintalah petunjuk kepada-Nya untuk dapat memenuhi fungsi manusia sebagai wakil-Nya di muka bumi.

Wallahualambissawab

refrensi dari:
https://fakhrichalid.wordpress.com/2013/05/11/mengapa-nabi-adam-diturunkan-ke-bumi/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar